Hadirnya mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sering kali dianggap sebagai rutinitas tahunan bagi instansi pendidikan. Namun, kehadiran delegasi dari Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo di MTs Negeri 1 Brebes sejak 19 Januari 2026 memberikan warna yang berbeda. Dalam durasi tiga minggu yang cukup padat, empat mahasiswa praktikan tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga melebur dalam ekosistem madrasah melalui pendekatan humanis yang menyentuh berbagai lini.
Kelompok PPL yang digawangi oleh Muhammad Nasrul Illah Al Azizi, Muhammad Miftahul Rizki, Muhammad Syaifal Haq, dan Busyaeri Nadzir ini membawa misi besar: menyinergikan ilmu sains yang mereka dapat di bangku kuliah dengan nilai-nilai luhur Al-Qur'an dalam konteks nyata di lapangan.
Totalitas Pengabdian di Berbagai Lini
Selama masa praktik, kuartet mahasiswa UNSIQ ini tidak membatasi peran mereka hanya di dalam ruang kelas. Mereka menjalankan empat pilar pengabdian utama yang dirancang untuk mendukung operasional dan pengembangan karakter siswa di MTsN 1 Brebes:
1. Dinamisasi Ruang Kelas Mahasiswa PPL proaktif dalam memastikan tidak ada kekosongan aktivitas belajar. Ketika guru pengajar berhalangan hadir, mereka hadir untuk mengisi dan membersamai siswa dengan metode pembelajaran yang interaktif. Hal ini bertujuan agar ritme belajar siswa tetap terjaga sekaligus memberikan suasana baru melalui diskusi-diskusi segar yang dibawa dari dunia kampus.
2. Penguatan Aspek Ubudiyyah Sebagai representasi dari institusi yang kental dengan nilai religius, Nasrul dan rekan-rekan mengambil peran sentral dalam mengkoordinir kegiatan peribadatan harian. Mereka menjadi penggerak dalam kedisiplinan sholat Dhuha dan sholat Dzuhur berjamaah. Melalui kegiatan ini, tercipta ruang silaturahmi spiritual antara mahasiswa dan siswa yang melampaui batas formalitas guru dan murid.
3. Revitalisasi Administrasi dan Perpustakaan Keterlibatan mereka merambah hingga ke area manajerial madrasah. Di bidang administrasi, tim PPL membantu pengelolaan data di perpustakaan sekolah serta melakukan penataan ruang Tata Usaha. Langkah ini diambil untuk memastikan dokumentasi data dan lingkungan kerja madrasah semakin teratur, sehingga dapat mendukung pelayanan pendidikan yang lebih maksimal.
4. Khidmah di Boarding School: Menjaga Tradisi Yanbu’a Sisi unik dari pengabdian mereka adalah keterlibatan aktif di unit Boarding School MTsN 1 Brebes. Para mahasiswa mendampingi kegiatan Madrasah Diniyah, mengaji Al-Qur'an bersama, hingga mengajarkan ilmu tajwid dengan metode Yanbu’a. Pemilihan metode ini menjadi bukti komitmen mereka dalam menjaga kualitas bacaan Al-Qur'an siswa agar sesuai dengan kaidah tajwid yang presisi dan benar.
Membangun Kedekatan Emosional (Humanist Approach)
Meskipun jadwal kegiatan terhitung sangat padat, Muhammad Nasrul Illah Al Azizi dan tim tetap mengedepankan komunikasi yang hangat. Bagi mereka, waktu tiga minggu adalah waktu yang singkat namun krusial untuk menanamkan pengaruh positif.
"Kami memposisikan diri bukan hanya sebagai pengajar, melainkan sebagai mentor dan kakak bagi para siswa. Saat kami membersamai mereka di asrama untuk mengaji Yanbu'a atau berdiskusi di sela-sela jam perpustakaan, di situlah kepercayaan terbangun. Kami percaya bahwa pendidikan yang efektif dimulai dari hati yang merasa nyaman," jelas Nasrul.
Apresiasi dan Harapan Masa Depan
Pihak MTsN 1 Brebes melalui para guru pamong memberikan apresiasi tinggi atas etos kerja mahasiswa UNSIQ. Kemampuan mereka dalam membagi waktu antara mengajar di kelas, mengelola administrasi, hingga membimbing santri di boarding school dianggap sebagai kontribusi nyata yang luar biasa.
Masa PPL yang akan berakhir pada awal Februari 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi syarat kelulusan bagi Nasrul, Rizki, Syaifal, dan Busyaeri, tetapi juga menjadi memori inspiratif bagi siswa-siswi MTsN 1 Brebes untuk terus mengejar cita-cita dengan fondasi ilmu dan agama yang seimbang.









Komentar